Home / Tiptricks / Bukti Kalo Wanita Pejuang LDR Adalah Wanita Yang Hebat!

Bukti Kalo Wanita Pejuang LDR Adalah Wanita Yang Hebat!

Berpacaran emang selalu bikin hidup lebih berwarna, dengan kehadiran seseorang di samping kita yang menarik hati, nyaman, dan selalu ngangenin tentunya. Aduhai bahagianyaaa :”)

Apalagi kalo pasangan kita selalu berada bersama kita, dekat dengan kita dan punya aktivitas yang gak jauh berbeda dari kita sendiri. Tapi gimana jadinya kalo sesuatu ‘memaksa’ kita untuk tinffal dalam kurun waktu tertentu, di dua tempat berbeda? Bahkan lebih parahnya lagi untuk menjalani aktivitas sehari-hari yang jauh berbeda satu sama lain?

tumblr_olcngdnqcl1u7uu22o1_1280

Apa jadinya jika harus menjalani Long Distance Relationship? Tentu semua perhatian yang diharapkan itu gak bisa terpenuhi. Tapi tau gak sih Kawan Urban, ada banyak wanita yang senantiasa bertahan dalam hubungan LDR.

Kenapa sih kok mau-maunya LDR? Pacaran sama handphone dong?

Eiits nanti dulu.. Wanita yang menjalani hubungan LDR, adalah wanita-wanita yang kuat dan bisa bersikap dewasa. Nih Urban Warrior kasih buktinya!

long-distance-relationsip

“Kita mengharapkan bisa selalu saling mengabari dan dikabari sang pacar sepanjang hari. Tetapi kita memahami kapan waktunya untuk menahan diri.”

Gak ada salahnya sih buat ‘merengek-rengek’ minta kabar dari sang kekasih. Mau pagi, siang, sore, sampe malam hari. Tapi wanita LDR tahu, kapan harus menahan diri. Enggak setiap hari kita harus begitu. Wanita LDR mampu menempatkakn diri untuk tahu kapan akan menganggap rengekan itu adalah ungkapan rindu yang sesungguhnya ketimbang sikap aneh kekanak-kanakan.

“Kita merasa risih saat ia berpamitan akan pergi beraktivitas, terutama demi tugas, dengan teman-teman sejawatnya, yang sudah pasti, ada ‘makhluk wanita’-nya. Tetapi kita tahu bagaimana harus merespon atau menanggapinya.”

Salah satu tantangan terberat wanita pejuang LDR adalah ‘membiarkan’ kekasihnya harus berinteraksi dengan intens, bersama lingkungan kerjanya dan teman-teman sepermainannya yang sebagian besar adalah wanita, eugh! Selalu di hampiri rasa was-was itu gak enak, Wanita LDR mampu menahan rasa terbakar api cemburu. Siapa yang tahu? Sengaja maupun tidak sengaja, ada seseorang yang menarik perhatian kekasih kita.

“Well, kita gak ada di sana untuk selalu mengingatkannya kan. Tetapi kita tahu bagaimana harus bersikap atau memberinya respon ketika ia mungkin bercerita tentang aktivitas-aktivitas itu.”

Wanita pejuang LDR tahu bagaimana menunjukan bahwa ia mendukungnya dan selalu bisa percaya padanya. Ia paham ada waktu-waktu tertentu yang lazim bagi ia untuk menunjukan rasa cemburu. Tapi jelas bukan hal-hal yang sepele dan enggak penting.

9fcec77a814d18c521fc121230427aab2

“Kita kecewa ketika ia lupa hari jadian, dan malah sibuk dengan berbagai urusan. Kita kesal dan marah, tetapi kita tahu bagaimana harus mengungkapkannya.”

Faktor paling penting dalam hubungan jarak jauh adalah komunikasi, dan untuk zaman sekarang ini, tidak lain tak bukan alat yang terpenting sejagad bagi para pejuang LDR adalah alat komunikasi. Tetapi alat itu gak bisa membantu banyak ketika sang kekasih mungkin terlanjur disibukkan dengan berbagai urusan yang membuat dia lupa hari-hari penting, seperti hari jadi. :(

“Seharian kita menahan hati untuk tidak mengumpat kesal karena tak kunjung ada dering atau getar tanda kabar darinya. Kita berusaha menyibukkan diri tetapi selalu kembali menatap layar ponsel setiap sepuluh menit sekali, dan berujung pada kecewa lagi dan lagi.”

Mungkin di akhir hari, ketika ia terpaksa mengakhiri kesibukan itu, ponsel kita akhirnya baru berdering. Ada sederet kata maaf dan penjelasan panjang lebar yang sebenarnya hanya membuat kita bertambah kesal. Tetapi kita tahu bagaimana harus mengungkapkan rasa hati. Dengan cepat dan sigap kita harus mampu menata hati sendiri sebelum menanggapi permintaan maafnya. Kita paham bahwa ia tidak dengan sengaja dan tahu bahwa saat itu ia justru sedang amat lelah.

7

“Kita berharap ia dengan segera mengakhiri masa penantian panjang dalam masa LDR. Tetapi kita juga menghargai setiap keputusan yang ia buat, sekalipun itu harus terjadi di tengah perjalanan setelah ada kata sepakat.”

Menjalani hubungan LDR sudah pasti ada ujungnya. Berdua bersama kekasih setidaknnya sudah pernah membicarakan tentang berapa lama kalian harus berjauhan. Setelah beberapa kurun waktu tertentu, kalian pasti sudah menyepakati tentang langkah-langkah ke depan menuju kepastian. Tetapi ada kondisi yang tidak diduga.

“Kita jenuh dan bosan terus-terusan menahan rindu. Tetapi kita masih selalu bisa menempatkan diri seolah jadi dia dan memahami posisinya juga.”

Inti dari sebuah hubungan adalah rasa saling percaya. Pacaran adalah salah satu hubungan antar manusia yang menuntut komitmen dan rasa percaya seluas-luasnya. Ketika saat-saat jenuh untuk selalu menahan rindu mendera, kita tidak serta merta mengeluh tanpa jeda dan membuat kekasihnya kita kelabakan juga.

Kita masih bisa membayangkan ‘seadainya aku jadi dia’ dan percaya bahwa sebenarnya ia pun bisa jadi jenuh dan bosan terus-terusan mengalah pada waktu dan jarak yang memisahkan ini. Kita masih bisa percaya bahwa tidak semua hal yang tidak terungkapkan berarti tidak dirasakan.

“Kita masih mau percaya ada saatnya untuk bicara berdua tentang kejenuhan itu dan bukannya sekonyong-konyong menyalahkan dan menganggap ia tidak paham akan rasa kita.”

_________________________

relationships-holding-hands

Jadi, sudah terbukti ‘kan kalau wanita pejuang LDR itu dewasa banget? Kesabaran dan pengertiannya sudah sangat tahan uji, sehingga cocok jadi calon istri dan ibu bagi anak-anaknya kelak. Salam Perjuangan, Pejuang LDR!

About News

Check Also

o-happy-couple-facebook-1-e1432768256768

Gesture Cewek Kalo Dipuji Sama Cowoknya. Salting Tapi Bahagia.

Cewek tuh jangan sering-sering di puji apalagi digombalin. Cewek dianggap rentan terlena dengan pujian. Padahal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *