Home / News / Fenomena Tren Musik Modern

Fenomena Tren Musik Modern

ad36dd7fbfc92bdc62543aae35e50ea7

Apa jadinya kalo di dunia ini enggak ada musik? Gak ada lagu buat didengarkan?

Kayaknya bakal basi banget deh menjalani kehidupan tanpa adanya musik. Saat ini musik sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Rasanya gak cukup melewati lika-liku, manis-pahitnya dunia yang kita jalani tanpa musik. Ya enggak sih?

Kawan Urban, kita baru aja memperingati Hari Musik Nasional pada hari kamis lalu tanggal, 9 Maret 2017. Kita sebagai warga Indonesia yang cinta tanah air harus tau dong, Musik khas Indonesia merupakan suatu warisan budaya yang patut kita lestarikan.

Saat ini perkembangan musik sangat luar biasa. perkembangan musik di Indonesia, khususnya di Kota Bandung patut kita banggakan, karena setelah mampu menjadi salah satu kota dengan industri musik yang baik dan tidak tertinggal zaman. Musik Indonesia sekarang banyak di nikmati oleh masyarakat baik di indonesianya sendiri maupun di luar indonesia.

Seiring perkembangan zaman, perkembangan musik juga mengalami banyak inovasi terutama dalam inovasi di era digital saat ini. Banyak alat musik yang memanfaatkan teknologi untuk membuat permainan musik menjadi lebih variatif, menarik dan menyenangkan. Seperti musik-musik EDM yang sekarang lagi hits banget di telinga Kawan Urban.

WhatsApp Image 2017-03-13 at 18.33.42

Nah pada hari jumat yang lalu (10/03/2017) Urban Warrior berkesempatan untuk ngobrol-ngobrol bareng Bang Idhar Resmadi, selaku pengamat musik di Kota Bandung. Selain itu Bang Idhar Resmadi juga aktif dalam menulis dan peneliti lepas serta sebagai pembicara, moderator, atau pemateri di berbagai forum kegiatan seputar musik dan budaya. Beliau juga sebelumnya pernah bekerja sebagai jurnalis di beberapa media seperti Ripple Magazine (2004-2009), Trax Magazine (2009), Suplemen Kampus Pikiran Rakyat (2009-2010), dan Manajer Media di organisasi non-pemerintah Common Room Networks Foundation yang bergelut di bidang Seni, Budaya, dan ICT Media sejak tahun 2010.

Langsung aja deh, yuk kita simak obrolan kita bareng Bang Idhar Resmadi..

Q: Bang Idhar, sebenernya apasih yang mempengaruhi perubahan musik modern saat ini terutama musik EDM di Kota Bandung?

A: Teknologi dan akses menjadi pengaruh yang sangat jelas dalam perkembangan musik di Kota Bandung. Tren selalu akan berputar, melirik dari sebelumnya tren yang berkembang seperti musik pop melayu, kayak Kangen Band, Radja, dan sebagainya. Kemudian muncul lagi bang-band lainnya seperti Noah, Samsons, Ungu dan lainnya. Pengaruh teknologi sangat berpengaruh banget, saat ini teknologi mudah dan murah sehingga orang bisa ngeracik musik dengan sedemikian rupa karena itu banyak banget electronik scene yang kian hidup lagi.

Knowledge-nya juga sudah semakin ada, marketnya besar. Kasarnya sih tiap pensi atau event-event lain yang besar menjadi kesempatan, karena ekosistemnya mendukung. Dan di satu sisi saat ini mulai banyak juga sekolah DJ, banyak juga yang membuka workshop DJ yang kian banyak diminati oleh masyarakat saat ini dan akhirnya menjadi tren musik elektronik.

Q: Menurut Bang Idhar, bener enggak sih musik elektronik lebih hits di Bandung dari pada di kota besar lainnya?

A: Menurut saya, parameternya di setiap kota bisa berbeda-beda. Tapi kalo ngomongin musik elektronik indie dengan adanya karya kompilasi, itu menggambarkan bahwa musik EDM itu enggak cuma milik musik-musiknya David Gueta.

Di satu sisi Bandung banyak menghadirkan musisi-musisi elektronik. Kalo di lihat dari kacamata musik elektronik di tiap kota pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Tapi yang saya lihat di Bandung enggak seheboh 5 atau 10 tahun yang lalu. Yang saya lihat justru saat ini di Jakarta banyak pergerakan dari musisi-musisi elektroniknya. Membentuk kompilasi musik elektronik, EDM dan sebagainya. Sedangkan di Bandung kurang menunjukan diri, eksistensi musik elektronik indie dari musisi-musisinya masih kurang.

Q: Melihat dari keadaannya sekarang nih, musik-musik elektronik lebih cepat diserap dan menjad hipe di Kota Bandung terlebih dulu dibandingkan kota lain, kenapa sih hal itu bisa terjadi?

A: Karakter urang Bandung sendiri yang cukup apresiatif, lebih terbuka dan hal itu sudah menjadi culture dari warga Bandung, jadi membuat musik itu lebih mudah diterima disini. Bandung bisa dibilang kota yang tidak pernah telat. Seperti apa yang terjadi di London atau Amerika, mungkin bisa saja hal itu juga sedang terjadi di Bandung, entah dari fashionnya, design atau musiknya.

Q: Di kota besar lainnya seperti Jakarta, musik yang sedang tren bisa berbeda-beda di setiap daerahnya, sedangkan di Bandung tidak. Apasih yang mempengaruhi hal tersebut?

A: Faktor geografis memungkinkan perkembangan tren musik, contohnya di DKI Jakarta, karena luasnya tren musik yang berkembang bisa berbeda-beda di setiap daerah. Berbeda dengan Bandung yang tidak seluas Kota Jakarta, dan populasinya lebih kecil, bisa lebih mudah diterima oleh anak mudanya.

Q: Apakah musik elektronik di Indonesia saat ini mengulang lagi dari yang dahulu pernah ada?

A: Musik elektronik diawali tahun 80’an itu musik disco.. Semacam sebuah scene atau sub culture. Musik elektronik tidak memiliki pengaruh yang sangat besar seperti musik metal dan punk. Hanya saja jika kita melihat dari perkembangan yang lalu, bisa jadi musik elektronik mengulang masa kejayaan musik disco.

Q: Pernah ngerasa enggak sih bang, kalo musik elektronik ini emang gampang dibuat, jadi semua orang sekarang bisa bikin musik?

A: Mungkin paradigma teknologi ya, dengan adanya teknologi semua bisa jadi. Kehadiran teknologi dapat memudahkan seseorang untuk menciptakan segala sesuatu dengan instan. Dulu untuk membuat musik elektronik itu sangat mahal, sekarang dengan mudahnya orang-orang tinggal download aplikasi dan membuat musik elektronik secara murah dan gampang.

Q: Musik itu sifatnya trending. Ada enggak pengaruh dari berkurangnya populasi band di Bandung sama tren yang belakangan ini muncul yaitu Hijrah?

A: Hijrah sempat menjadi sorotan. Padahal sejak dulu udah banyak musisi-musisi yang mendalami agama. Ada yang beranggapan bahwa musik itu haram dan ada juga yang menganggap musik itu tidak haram, musik masih bisa menjadi media dakwah, itu terlepas dari perspektif masing masing. Hijrah bukan semata-mata menggambarkan seseorang itu anti terhadap musik.

Ya saya pikir gak pengaruh, karena kalo ngomongin kuantitas ya.. Masih banyak anak SMA yang bikin band disamping musisi yang hijrah. Karena itu sebuah keputusan personal yang riah di media sosial aja sih. Hijrah hanya sebuah fenomena yang sebenernya kita enggak perlu khawatir, karena dari dulu juga itu sudah ada, dan kita juga harus melihat bahwa itu hanya sebuah keputusan personal aja, kita pahami dan kita apresiasi. Band-band yang hijrah pun masih tetap eksis. Ya saya pikir ini hanya masalah perspektif personal. Bermusik masih kegiatan sosial yang masih cukup hidup di Kota Bandung.

Q: Terakhir nih bang, Apa harapan Bang Idhar untuk scene musik di Kota Bandung biar bisa lebih hidup lagi?

A: Harapannya banyak yaa.. Aspeknya mungkin ruang bisa diperbanyak, ya yang paling banyak keluhan dari temen-temen ya masalah perizinan di acara-acara. Cuma di satu sisi, percaya diri sih yang penting. Karena di Bandung sendiri marketnya cukup besar, tapi kan sayang kalo ini semua hanya sebatas jadi market, kita harus percaya diri band-band lokal Bandung masih punya potensi dan peluangnya cukup besar. Culture-culture bikin gigs itu bagus, karena mengedukasi masyarakat untuk membayar tiket, membeli merchandise, beli record itu harus ditumbuhkan juga. Poin pentingnya sih, agar musik tetap hidup, ya dari kita sendiri sebagai penggemar musiknya.  

vinyl-shop

Banyak banget faktor yang mempengaruhi tren musik saat ini, seperti kata Bang Idhar.. Faktor geografis, lokasi, budaya masyarakatnya dan ekosistem yang mendukung sangat mempengaruhi perkembangan musik di suatu kota. Selain itu juga, tren musik berkembang seiring dengan kemajuan teknologi digital, seperti halnya musik EDM yang saat ini sedang banyak di gandrungi anak muda Bandung. Kemunculan musisi-musisi EDM secara indie juga mulai mempengaruhi atmosphere penikmat musik di Bandung. Meredupnya aktivitas grup band lokal bukan pengaruh musik EDM yang sedang menjadi tren, karena tren musik akan selalu berputar dan berganti, dan juga bukan dari isu hijrah seorang musisi, itu hanya kepentingan personal dan perspektif masyarakat saja. Yang terpenting kita harus tetap mensupport dan mengapresiasi keputusan untuk berhijrah.

Karena kita ini sebagai penikmat musik, kita juga harus mendukung musisi-musisi tersebut dengan membeli record originalnya, tiket konser, dan juga merchandise-merchandise-nya. Dengan begitu, industri musik lokal bisa terus maju dan bersaing di kancah musik nasional serta internasional.

About News

Check Also

anji web

Anji di Urban Jreng!

Urban Jreng minggu depan bareng Anji 14 September 2017 Live 16:00 WIB @ Sate Taichan Kremez …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *