Home / News / Stilasi Bandung Lautan Api Yang Tidak Boleh di Lupakan

Stilasi Bandung Lautan Api Yang Tidak Boleh di Lupakan

Sebagai warga kota bandung, gak boleh dong kita melupakan begitu saja peristiwa sejarah. Peristiwa sejarah perjuangan pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan harus terus digelorakan. Nilai-nilai perjuangan dan ketokohan sosok pejuang harus diketahui generasi muda kayak kita ini dan seperti peristiwa sejarah Bandung Lautan Api.

monumen-bandung-lautan-api-dari-seven7-years.blogspot.com_

Nah Kawan Urban, kemarin kita baru aja memperingati momen Bandung Lautan Api (23/3). Peristiwa Bandung Lautan Api memiliki sejarah panjang yang heroik. Untuk memperingati peristiwa bersejarah itu, terdapat 10 stilasi yang dibangun di 10 tempat berbeda. Stilasi itu diinisiasi oleh Bandung Heritage yang bekerja sama dengan sejumlah pihak pada 1997.

 

IMG_2865-copy (1)
Stilasi 1 Bandung Lautan Api yang berada di Dago.

Terletak di  jalan, Dago, tepatnya persimpangan Jalan Ir. H. Juanda dan Jalan Sultan Agung, di depan gedung  yang pernah jadi kantor berita Jepang, Domei. Gedung ini juga ternyata tempat  pertama kalinya di mana teks proklamasi dibaca oleh warga Bandung.

 

aleut-stilasi-bandung-lautan-api-9-280x420
Stilasi 2 berada tepat di depan Gedung Bank BJB

Bisa di jumpai di persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan, dekat gedung Bank Jabar Banten (BJB). Pada Oktober 1945, dua pejuang Bandung yaitu Moeljono dan E. Karmas melakukan perobekan bendera Belanda di sana.

Stilasi 3 terletak di jalan Asia Afrika di depan Gedung Asuransi Jiwasraya

Ini Stilasi pertama yang kami kunjungi. Gedung di belakang stilasi ini bediri, dibangun pada tahun 1914, gedung yang dulunya milik perusahaan Asuransi  Jiwa dari Belanda (Nederlandsche Indische Levensverzkering en Lijfrente Maatschappij (NILLMIJ) pernah dijadikan markas Resimen 8, Divisi III Priangan, Komandemen I Jawa Barat Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dipimpin oleh Letkol Omon Abdurarachman.

IMG_3003-2-copy (1)
Stilasi 4 yang berada di Jl. Simpang. Stilasi ini berada di dalam sebuah rumah sehingga sukar ditemukan.

Terdapat disamping rumah yang  sekarang jadi bengkel, beralamat  di jalan Simpang Lima. Rumah ini pernah jadi saksi tempat perumusan dan keputusan pembumihangusan kota Bandung yang dikenal dengan Bandung Lautan Api.

IMG_2960-copy (1)
Stilasi 5 Stilasi yang berada di Jl. Kautaman Istri.

Bisa ditemukan di sekitar persimpangan Jalan Oto Iskandardinata dan Jalan Kautamaan Istri, tidak jauh dari komplek sekola Kautamaan Istri.

Stilasi yang berada di depan sebuah warung di Jl. Dewi Sartika. Terdapat tempat teh botol yang bersandar di sampingnya.

Stilasi keenam ini dijumpai di depan toko sepatu. Kondisinya terlihat ‘kucel’ tapi masih kokoh berdiri. Toko sepatu ini sendiri ternyata dulunya merupakan rumah  A.H Nahution sekaligus markas komando Divisi III Siliwangi yang saat itu di bawah pimpinan Kolonel A.H. Nasution.

Stilasi yang terdapat di Jl. Lengkong Tengah.

Ada di persimpangan Jalan Lengkong Tengah dan Jalan Lengkong Dalam, dengan sebuah peta stilasi yang hilang di salah satu sisinya.

Stilasi 8 di Jl. Jembatan Baru

Terdapat di Jalan Jembatan baru. Daerah ini juga merupakan salah satu garis pertahanan pejuang saat terjadi pertempuran Lengkong.

IMG_3115
Stilasi 9 di Jl. Asmi.

Ada di SD ASMI, Jalan Asmi. Seperti yang saya bilang kalau kondisi ornamen Patrakomala di sini palling komplit. Begitu juga dengan batu prisma segitiga sama sisi tegaknya masih terawat dengan baik. Dulu, gedung sekolah ini pernah digunakan sebagai markas pemuda pejuang, Pesindo dan BBRI sebelum  peristiwa Bandung Lautan Api.

Stilasi 10 yang menjadi stilasi terakhir terletak di Jl. M. Toha

Posisinya ada di depan sebuah gereja di Jalan Mohamad Toha  yang pernah jadi  jalur utama pengungsian. Kalau gedung tempat beradanya Stilasi 1 merupakan tempat petama dibacanya naskah Proklamasi oleh warga Bandung, di sini pernah jadi gedung pemancar NIROM untuk menyebarluaskan proklamsi kemerdekaan. Bukan hanya disebarkan ke seluruh Indonesia tapi juga ke penjuru dunia loh Kawan Urban


Beberapa lokasi stilasi memang agak mengenaskan, keberadaannya dibiarkan begitu saja dan tidak terawat. Padahal 10 buah stilasi yang dibuat di 10 titik berbeda di kota Bandung, mempunyai nilai perjuangan tersendiri.

Jangan sampai kita sebagai generasi muda melupakan perjuangan para pahlawan kita dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, karena kita tinggal di Kota Bandung, kita harus turut melestarikan nilai-nilai sejarah yang ada, jangan sampai kita tidak tahu bahkan merusak peninggalan-peninggalan sejarah kemerdekaan negeri ini.

 

About News

Check Also

djajang_54cfcd6

Alasan Djadjang Nurdjaman Mundur dari Kursi Pelatih Persib

Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman mengungkapkan alasan di balik keputusannya untuk mundur dari kursi pelatih kepala Persib sesaat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *