Situ Cileunca, Wisata Epik di Bandung Selatan

0

Bandung menawarkan banyak wisata. Mulai dari kuliner, belanja, sejarah hingga pemandangan yang indah. Bentang alam Bandung yang berbentuk cekungan dan dikelilingi pegunungan, membuat Bandung berhawa sejuk khas tempat-tempat di dataran tinggi. Tak salah jika seorang fenomenolog, psikolog, dan budayawan asal Belanda, M.A.W Brouwer pernah mengatakan, ‘Bumi Pasundan lahir saat Tuhan sedang tersenyum’. Brouwer sengaja melontarkan ungkapan tersebut untuk menggambarkan betapa indahnya kota berjuluk Paris van Java ini.

Sempatkan ke Bandung Selatan, karena di sana ada daerah yang khas dengan pertanian, peternakan dan perkebunan. Adalah Pangalengan yang merupakan daerah penghasil susu sapi, teh dan kina. Di sana kamu akan menemukan banyak tempat wisata menarik seperti kebun teh Malabar dan Situ Cileunca. Situ Cileunca merupakan danau buatan yang berlatar pegunungan dan perbukitan yang indah. Selain difungsikan sebagai objek wisata, Situ Cileunca juga berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air.

Dahulu sebelum tahun 1918, Situ Cileunca merupakan hutan belantara yang diubah menjadi situ untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Konon pembuatan situ ini dipimpin oleh Belanda, di mana pekerjanya adalah pribumi. Mereka menggunakan cangkul untuk menggali berhektar-hektar tanah tersebut.

Berkat perjuangan mereka, kini kita bisa menikmati keindahan situ. Masyarakat lokal menyediakan area untuk berkemah yaitu Cileunca Lakeside Camping Ground. Lokasi kemah yang menghadap situ dan perbukitan membuat kita bisa menyaksikan matahari terbit dan tenggelam.

Bayangkan, saat kamu bangun tidur di pagi hari dan membuka tenda, ada sunrise keemasan merekah dari celah perbukitan. Warnanya memantul pada air danau yang sedang ditutupi kabut pagi. Sejenak, kamu pasti akan melupakan penatnya rutinitas hidupmu dan bersiap menghadapi hari esok dengan semangat. Dan Cileunca memanjakanmu melalui momen tersebut.

Untuk ke Cileunca, kamu bisa menyewa motor dan mobil. Perjalanan dari Bandung, kamu membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk tiba di lokasi tersebut. Di sepanjang jalan kamu akan melewati kebuh teh Malabar. Tiket masuknya hanya Rp 3.000 saja. Jika kamu ingin berkemah, ada banyak paket wisata yang disediakan oleh warga. Rata-rata menawarkan Rp50.000 dengan fasilitas perahu untuk menyebrang, area camping, toilet dan kamar mandi dengan air panas. Mereka juga menyediakan bantal, kasur dan selimut yang bisa disewa per malamnya Rp 30.000.

source

foto:

Leave A Reply

Your email address will not be published.