Ini Penyebab Kota Bandung Lebih Dingin dari Biasanya

Apa penyebabnya?

0

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung menganalisa dinginnya udara di Kota Bandung akhir-akhir ini. Hasilnya, udara dingin disebabkan karena Kota Bandung akan memasuki musim kemarau.

“Dalam beberapa hari terakhir, suhu udara di Kota Bandung maupun wilayah Jawa Barat lainnya relatif lebih dingin. Disebabkan datangnya musim kemarau,” ucap Kepala BMKG Bandung Toni Agus Wijaya via pesan singkat, Jumat (6/7/2018).

Dalam dua hari terakhir, kata Toni, suhu udara mencapai angka minimal. Bahkan untuk hari ini, berdasarkan alat pengukur suhu udara tercatat mencapai 16,4 derajat celcius dengan kondisi kelembaban yang juga relatif rendah 38 persen.

Toni mengatakan fenomena seperti ini umum terjadi saat musim kemarau. Sebab karakteristik suhu udara di periode musim kemarau antara Juni-September relatif lebih rendah dibandingkan dengan suhu udara di periode musim hujan.

“Suhu udara pada sore menjelang malam hari tinggi, pagi hari relatif dingin, sedangkan pada siang hari terasa panas karena sedikitnya pembentukan awan-awan hujan,” katanya.

Menurutnya pada musim kemarau ini karakteristik udara cenderung dingin kering. Sementara kecepatan angin yang melewati Jawa Barat relatif kencang dengan kecepatan berkisar 36-45 kilometer per jam.

Dengan kondisi udara yang cukup dingin, BMKG mengimbau agar masyarakat lebih menjaga stamina tubuh guna terhindar dari sakit.

“Pada Periode musim kemarau karakteristik udaranya adalah dingin kering, sehingga perlu untuk tetap menjaga kondisi badan dari kondisi cuaca seperti ini. Salah satunya dengan banyak mengkonsumsi buah-buah dan sayur-sayuran,” ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau bagi masyarakat yang hendak atau tengah berlibur di pantai agar tetap waspada. Sebab saat ini gelombang air laut di Jawa Barat mencapai ketinggian empat meter.

“Kami imbau juga kepada nelayan untuk tidak melaut terlebih dahulu, atau masyarakat yang masih menikmati liburan di sekitar pesisir pantai untuk berhai-hati terutama di perairan selatan Jawa Barat,” ujar Toni.Akhir-akhir ini suhu udara di Kota Bandung cenderung lebih dingin dari biasanya. Apa penyebabnya?

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung menganalisa dinginnya udara di Kota Bandung akhir-akhir ini. Hasilnya, udara dingin disebabkan karena Kota Bandung akan memasuki musim kemarau.

“Dalam beberapa hari terakhir, suhu udara di Kota Bandung maupun wilayah Jawa Barat lainnya relatif lebih dingin. Disebabkan datangnya musim kemarau,” ucap Kepala BMKG Bandung Toni Agus Wijaya via pesan singkat, Jumat (6/7/2018).

Dalam dua hari terakhir, kata Toni, suhu udara mencapai angka minimal. Bahkan untuk hari ini, berdasarkan alat pengukur suhu udara tercatat mencapai 16,4 derajat celcius dengan kondisi kelembaban yang juga relatif rendah 38 persen.

Toni mengatakan fenomena seperti ini umum terjadi saat musim kemarau. Sebab karakteristik suhu udara di periode musim kemarau antara Juni-September relatif lebih rendah dibandingkan dengan suhu udara di periode musim hujan.

“Suhu udara pada sore menjelang malam hari tinggi, pagi hari relatif dingin, sedangkan pada siang hari terasa panas karena sedikitnya pembentukan awan-awan hujan,” katanya.

Menurutnya pada musim kemarau ini karakteristik udara cenderung dingin kering. Sementara kecepatan angin yang melewati Jawa Barat relatif kencang dengan kecepatan berkisar 36-45 kilometer per jam.

Dengan kondisi udara yang cukup dingin, BMKG mengimbau agar masyarakat lebih menjaga stamina tubuh guna terhindar dari sakit.

“Pada Periode musim kemarau karakteristik udaranya adalah dingin kering, sehingga perlu untuk tetap menjaga kondisi badan dari kondisi cuaca seperti ini. Salah satunya dengan banyak mengkonsumsi buah-buah dan sayur-sayuran,” ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau bagi masyarakat yang hendak atau tengah berlibur di pantai agar tetap waspada. Sebab saat ini gelombang air laut di Jawa Barat mencapai ketinggian empat meter.

“Kami imbau juga kepada nelayan untuk tidak melaut terlebih dahulu, atau masyarakat yang masih menikmati liburan di sekitar pesisir pantai untuk berhai-hati terutama di perairan selatan Jawa Barat,” ujar Toni.

Dony Indra Ramadhan - detikNews

Leave A Reply

Your email address will not be published.