RUU Cipta Kerja #OmnibusLaw bikin netizen pengen pindah negara

0

Omnibus law RUU Cipta Kerja telah resmi disahkan di rapat paripurna DPR hari Senin kemarin (5/10/2020). Berbagai macam opini dan seruan dari netizen merebak di sosial media. Banyak netizen yang menyebutkan bahwa Omnibus Law seharusnya tidak disahkan sampai dengan keluhan netizen yang ingin pindah kewarganegaraan saja.

Tapi ternyata tidak mudah lhoo untuk melepas status WNI, karena kamu harus memiliki kewarganegaraan lain dahulu sebelum mengurus permohonan kehilangan kewarganegaraan Indonesia.

Tapi untuk kamu yang sepertinya sudah siap-siap pindah menjadi warga negara lain, ada yang harus kamu perhatikan dan ada beberapa langkah yang harus kamu lewati jika ingin pensiun menjadi WNI.

Permohonan dibuat dalam bahasa Indonesia di atas kertas bermaterai cukup dan terlampir nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat tempat tinggal, pekerjaan, jenis kelamin, status perkawinan pemohon, dan alasan permohonan. 

Permohonan harus dilampiri dengan sejumlah dokumen berikut ini:

  1. fotokopi kutipan akta kelahiran atau surat yang membuktikan kelahiran pemohon yang disahkan oleh Kepala Perwakilan Republik Indonesia 
  2. fotokopi akta perkawinan/buku nikah, kutipan akte perceraian/surat talak/perceraian, atau kutipan akta kematian istri/suami pemohon bagi yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun dan sudah kawin yang disahkan oleh Kepala Perwakilan Republik Indonesia 
  3. fotokopi Surat Perjalanan Republik Indonesia atau Kartu Tanda Penduduk yang disahkan oleh Kepala Perwakilan Republik Indonesia 
  4. surat keterangan dari perwakilan negara asing bahwa dengan kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia pemohon akan menjadi warga negara asing
  5. pasfoto pemohon terbaru berwarna ukuran 4X6 (empat kali enam) sentimeter sebanyak 6 (enam) lembar.

Setelah itu, ikuti langkah-langkah untuk melepas kewarganegaraan Indonesia berikut ini:

  1. Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) beserta lampirannya disampaikan kepada perwakilan Republik Indonesia yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal pemohon. 
  2. Perwakilan Republik Indonesia memeriksa kelengkapan persyaratan permohonan dalam waktu paling lama 14 (empat belas) hari terhitung sejak tanggal diterimanya permohonan. 
  3. Jika berkas permohonan telah lengkap, Perwakilan Republik Indonesia menyampaikan permohonan kepada Menteri dalam waktu paling lama 2 (dua) bulan terhitung sejak tanggal permohonan diterima secara lengkap. 
  4. Setelah menerima permohonan dari Perwakilan Republik Indonesia, Menteri memeriksa permohonan tersebut dalam waktu paling lama 14 (empat belas) hari. 
  5. Jika berkas telah lengkap, Menteri akan meneruskan permohonan kepada Presiden maksimal 14 hari terhitung sejak tanggal permohonan diterima. 
  6. Presiden menetapkan keputusan mengenai nama-nama orang yang kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia dan meneruskan kepada Perwakilan Republik Indonesia 
  7. Perwakilan Republik Indonesia menyampaikan Keputusan Presiden kepada pemohon dalam waktu paling lambat 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal Keputusan Presiden diterima. 
  8. Menteri mengumumkan nama orang yang kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Jadi, masih berminat untuk pindah kewarganegaraan nggak nih Kawan Urban?

Leave A Reply

Your email address will not be published.