Hati-Hati 4 Dampak Makanan Berminyak Pada Tubuh ( Yang Lezat Belum Tentu Sehat)

0

Dilansir dari Healthline, Makanan berminyak mengandung kalori, lemak, garam, karbohidrat olahan namun rendah serat, vitamin, dan mineral yang cenderung lebih tinggi. Makanan berminyak memang terlihat nikmat dan dapat ditemukan dimana saja, biasanya dalam bentuk gorengan maupun dimasak dengan minyak yang berlebihan. Makanan dengan minyak berlebihan tentu lebih enak dipandang dan dapat menggugah selera makan seseorang, namun tentu hal itu memiliki efek bagi kesehatan tubuh . beberapa diantaranya yakni :

Pertama, Dapat Meningkatkan Risiko Diabetes & Menimbulkan Jerawat. Mengonsumsi makanan cepat saji, yang tidak hanya mencakup makanan berminyak tetapi juga minuman manis, hal ini tentu menyebabkan asupan kalori tinggi, penambahan berat badan, kontrol gula darah yang buruk, dan peningkatan peradangan. Faktor-faktor ini meningkatkan risiko diabetes tipe dua dan sindrom metabolik, sekelompok kondisi yang termasuk obesitas, tekanan darah tinggi, dan gula darah tinggi. Selain diabetes, ternyata makanan berminyak juga dapat menyebabkan Jerawat. Makanan berminyak dapat berkontribusi pada jerawat dengan meningkatkan peradangan. Selain itu, bisa pula mengubah gene expression dan kadar hormone. Memang tidak akan langsung jerawatan setelah mengonsumsi gorengan dan makanan lainnya yang banyak mengandung minyak. Meski begitu, sebagian besar jerawat bisa terjadi akibat ketidakseimbagan hormon dan/ atau ketidakseimbangan bakteri di dalam usus sehingga makanan berminyak sangat memungkinkan memicu tumbuhnya jerawat.

Kedua, Dapat Menyebabkan Kembung, Sakit Perut, dan Diare. Ternyata lemak, karbohidrat dan protein merupakan makronutrien yang paling lama dicerna. Hal ini dikarenakan makanan berminyak mengandung banyak lemak dan memperlambat pengosongan perut. Makanan menghabiskan lebih banyak waktu di perut, yang dapat menyebabkan berbagai keluhan, mulai dari kembung, mual, dan sakit perut. Pada orang dengan keluhan pencernaan, seperti sindrom iritasi usus besar, pankreatitis kronis, atau gangguan perut, makanan berlemak tingkat tinggi dapat memicu sakit perut, kram, dan diare.

Ketiga, Dapat Menyebabkan Penambahan Berat Badan dan Obesitas. Obesitas dikaitkan dengan banyak kondisi kesehatan yang negatif, termasuk penyakit jantung, diabetes, stroke, dan kanker tertentu. Secara khusus, asupan lemak trans yang tinggi dapat menyebabkan penambahan berat badan. Makanan berminyak yang dimasak dalam jumlah lemak yang besar dapat menyebabkan kenaikan berat badan karena jumlah kalori yang tinggi. Studi pengamatan menghubungkan asupan tinggi makanan cepat saji dan gorengan dengan peningkatan angka kenaikan berat badan dan obesitas.

Keempat, Dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung dan Stroke. Makanan berminyak memiliki beberapa efek negatif pada kesehatan jantung dan stoke karena efeknya pada berat badan, tekanan darah, dan kolesterol. Selain itu, risiko penyakit jantung mungkin terkait dengan seberapa sering Anda mengonsumsi makanan yang digoreng.

Source Source

Leave A Reply

Your email address will not be published.